Budidaya tanaman karet

Budidaya tanaman karet – Tanaman karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menduduki posisi cukup penting sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia, sehingga memiliki prospek yang cerah. Oleh sebab itu upaya peningkatan produktifitas usaha tani karet terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi budidayanya

SYARAT TUMBUH
Tanaman karet dapat tumbuh baik dan berproduksi yang tinggi pada kondisi tanah
dan iklim sebagai berikut:
- Di dataran rendah sampai dengan ketinggian 200 m diatas permukaan laut,
suhu optimal 280 c.
- Jenis tanah mulai dari vulkanis muda, tua dan aluvial sampai tanah gambut
dengan drainase dan aerase yang baik, tidak tergenang air. pH tanah
bervariasi dari 3,0-8,0
- Curah hujan 2000 – 4000 mm/tahun dengan jumlah hari hujan 100 -150 hari

PEMBIBITAN
Perbanyakan tanaman karet dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif.
Namun demikian, cara perbanyakan yang lebih menguntungkan adalah secara
vegetatif yaitu dengan okulasi tanaman.
Okulasi sebaiknya dilaksanakan pada awal atau akhir musim hujan dengan tahapan
sbb:
- Buatlah jendela pada batang bawah dengan ukuran panjang 5 cm dan lebar
1/2 – 3/4 cm.
- Buatlah perisai pada entres dengan ukuran lebih kecil dari jendela dan mata
diambil dari ketiak daun.
- Bukalah jendela pada batang bawah kemudian selipkan perisai diantara kulit
jendela dan kambium
- Tutuplah kulit jendela kemudian dibalut dengan rafia atau pita plastik yang
tebalnya 0,04 mm.
- 2 minggu setelah penempelan, penbalut dibuka dan periksalah perisai.
- Potonglah batang bawah pada ketinggian 10 cm diatas tempelan dengan
arah pemotongan miring.
Klon-klon yang dianjurkan sebagai bibit batang bawah adalah:
GTI, LCB 1320 dan PR 228.

PENANAMAN
- Lahan/kebun diolah sebaik mungkin sebelumnya .
- Lakukan pengairan untuk mengatur letak tanaman dalam barisan.
- Luka potong akar tunggal dan akar lateral diolesi dengan pasta Rootone F
dosis 125 mg ditambah dengan air 0,5 ml untuk satu stump.
- Pembungkus okulasi dilepas agar tidak mengganggu pertumbuhan dan bibit
siap ditanam

PEMELIHARAAN
- Lakukan penyiangan untuk menghindari persaingan tanaman didalam
pengambilan unsur hara.
- Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang telah mati sampai
dengan tanaman telah berumur 2 tahun pada saat musim penghujan.
- Tunas palsu harus dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 2 minggu
sekali, sedangkan tunas lain dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian
1,80 m.
- Setelah tanaman berumur 2-3 tahun, dengan ketinggian 3,5 m dan bila belum
bercabang, perlu diadakan perangsangan dengan cara pengeratan batang,
pembungkusan pucuk daun dan pemenggalan
- Lakukan pemupukan secara intensif pada tanaman baik pada kebun
persemaian, kebun okulasi maupun kebun produksi, dengan menggunakan
pupuk urea, TSP, dan KCL. Dosis pupuk disesuaikan dengan keadaan/jenis
tanah. Untuk jenis tanah Latosol dan Podsolik Merah Kuning, anjuran dosis
pupuk seperti pada tabel 1.
- Hama-hama penting yang sering menyerang karet adalah:
a .
Pseudococcus citri
Pengendaliannnya dengan menggunakan insektisida jenis
Metamidofos, dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05 -0,1%.
b.
Kutu Lak (Laeciper greeni)
Dapat diberantas dengan insektisida Albolinium (Konsentrasi 2%)
ditambah Surfactan citrowett 0,025%.
- Penyakit-penyakit yang ditemui pada tanaman karet adalah: penyakit embun
tepung, penyakit daun, penyakit jamur upas, penyakit cendawan akar
putih-dan penyakit gugur dawn: Pencegahannya dengan menanam Klon yang
sesuai dengan lingkungan dan lakukan pengelolaan , tanaman secara tepat
dan teratur:
PENYADAPAN
Penyadapan pertama dilakukan setelah tanaman berumur 5-6 tahun. Tinggi bukaan
sadap pertama 130 cm dan bukaan sadap kedua 280 cm diatas pertautan okulasi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penyadapan antara lain:
- Pembukaan bidang sadap dimulai dari kiri atas kekanan bawah, membentuk
sudut 300.
- Tebal irisan sadap dianjurkan 1,5 – 2 mm.
- Dalamnya irisan sadap 1-1,5 mm.
- Waktu penyadapan yang baik adalah jam 5.00 – 7.30 pagi

Download aplikasi alquran terjemah indonesia GRATIS! DOWNLOAD

23 comments on “Budidaya tanaman karet

  1. muhammad sakur June 18, 2010 8:42 am

    pupuk apa saja kalo media tanah mengandung kadar asam.?

  2. erick irawan August 9, 2010 12:49 pm

    Sebaiknya berapa ukuran tanam bibit karet klon PB 260?

  3. Jabon September 2, 2010 5:03 am

    mampir…
    mo bagi sedikit info tentang pohon jabon..
    salam…..

  4. TAUFIK March 24, 2011 2:32 pm

    Berapa dosis Pupuk Urea,TSP dan Kcl untuk tanaman TBM dan tanaman yang sudah menghasilkan?

  5. indra June 21, 2011 4:49 am

    apakah bisa menanam pohon karet di sulawesi tengah…?
    terus langkah apa saja untu merawat pohon karetnya..?

  6. herman sembiring September 4, 2011 4:20 am

    saya baru beli lahan 3 ha yang sudah ditanami karet 2 thn tapi pertumbuhannya tidak merata ada. mohon bantuannya apa yang harus saya lakukan terhadap pohon karet tersebut. saya mengharapkan bantuan dari para bapak. terima kasih

    wassalam

    herman

  7. aok landak September 24, 2011 12:52 pm

    saya ingin menam karet tapi sulit untuk mendapatkan bibit yang bagus..

  8. rondhi November 1, 2011 4:44 am

    Kenapa penderesan karet dilakukan pagi hari dan bahkan ada yang mulai malam hari..

  9. indraamko December 29, 2011 2:35 pm

    karet yg terbakar apakah dapat tumbuh lg dan kalau tumbuh dan bertunas lg apakah nantinya dpt menghasil karet yg baik…..?

  10. indraamko December 29, 2011 2:39 pm

    karet yg tumbuh d atas tanah gambut pupuk apa yg cocok untk pertumbuhannya yg baru berumur 2 thn……..?

  11. Wilhelmus Wiwil February 25, 2012 6:27 am

    Untuk menanam karet, yang baiknya pada musim apa?

  12. Adul February 25, 2012 9:38 am

    Pupuk apa,saja yang bagus untuk pemupukan tanaman karet di lahan gambut,,wasalam.

  13. http://pembibitankaret.info/ February 27, 2012 12:53 pm

    BAGI YANG BUTUH BIBIT KARET SEMBAWA BISA HUBUNGI081373216777

  14. Oscar February 28, 2012 5:59 am

    Kayaknya anda harus lebih byanak referensi dan mengamati perkembangan green house di Indonesia. Pembahasan anda byanak yang tidak benar dan sudah out of date.Trims, HeriPraktisi GH

  15. sofhieani March 4, 2012 5:02 am

    berapa kebutuhan luas lahan untuk 30000 rb bibit keperluan nursery/pembibitan polybag ? tks

  16. yusuf March 7, 2012 2:51 pm

    saya mempunyai pohon karet umur 3,7 th.tp pertumbuhanya tidak sama ato tdk merata,bagai mana ya cara yg cocok untuk pemupukanya,dan bagaimana juga cara mengatasi penyakit jamur upas…trims

  17. jefri April 11, 2012 12:17 am

    cara mendapatkan bibit karet untuk daerah sulawesi tengah dimna?

  18. Paul Lina May 17, 2012 12:30 pm

    saya baru nanam karet, akan tetapi pd musim hujan seperti ini karet yg saya tanam tergenang air 2-3 hari berhubung dekat anak sungai.apa kira2 karet yg saya tanam itu bisa hidup ya? Gmana solusinya? Trims

  19. panjaitan khairil September 10, 2012 2:47 pm

    Saya baru tanam karet 2 bulan lalu, tp pertumbuhannya terlihat lambat, utk itu pupk ap Ÿ??? sesuai untuk pertumbuhannya,,,:*(y) ????????????????
    <?
    _/ )_ ??ººKªªY ??K?§îîîîî?

  20. andi irmawati December 6, 2012 3:31 pm

    saya tinggal di Bontang KALTIM, di mana saya bisa menemukan bibit unggul (lateks, lateks-kayu) di daerah Bontang?? dan sebaiknya berapa jarak ukuran tanaman bibit karet tersebut?

  21. Jackson Parihala May 28, 2013 10:08 am

    saya kepingin mengembangkan tanam karet di daerah KPHP kami di tanah Papua (KPHP Model Yapen), cm kami masih kendala masalah bibit unggul yang bisa menghasilkan getah karet dan juga dukungan dana. sampai saat ini kami belum mendapatkan investor/pihak ketiga yang mendukung maksud tersebut. dan juga perhatian dan dukungan dana dari kementerian kehutanan..semoga maksud baik kami ini dengan jalannya pembangunan KPHP dapat mensejahterakan masyarakat papua yang hidup disekitar hutan. Trimksh

  22. hari June 16, 2013 1:00 pm

    saya punya lahan di daerah rawa2 dan air pasang masuk apakahmasih mungkinya lahan tersebut ditanam karet

Leave a Reply

Your email address will not be published.


six × 8 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>