Metode ilmiah

Metode ilmiah – IPA tidak dapat berkembang sepesat seperti sekarang ini, sama halnya blogger muda yang dengan mudahnya Increase your traffic with klikrar , apabila tidak didasarkan pada penelitian ilmiah. Dugaan-dugaan pada umumnya bersifat spekulasi, apabila dugaan tersebut didasarkan pada teori yang sudah mapan maka segera dapat dibuktikan lewat penelitian ilmiah. Kegiatan melakukan penelitian, merupakan aktivitas yang didasarkan pada langkah berpikir yang sistematis. Untuk melakukan penelitian ilmiah ada enam langkah penting yang perlu mendapatkan perhatian, yakni :

a. problem atau masalah
b. Identifikasi, pembatasan dan perumusan masalah
c. merumuskan hipotesis
d. mengumpulkan bukti empiris lewat data
e. mengulang kembali eksperimen untuk memperoleh bukti yang lebih kuat.
f. Kesimpulan.

Ke enam langkah ini merupakan rangkaian dalam penelitian ilmiah.

Kesadaran akan adanya masalah merupakan langkah awal yang perlu dipupuk agar kita dapat mengembangkan penelitian ilmiah. Masalah ini harus dapat dirumuskan secara jelas dan operasional sehingga dapat dilakukan pengumpulan bukti berupa data. Agar masalah dapat dikaji secara mendalam dan jelas, maka perlu dilakukan identifikasi dan pembatasan
masalah. Lewat kegiatan identifikasi dan pembatasan masalah ini permasalahan yang akan diteliti dapat diungkap dengan pernyataan yang merupakan rumusan masalah. Keberhasilan suatu penelitian ilmiah ditentukan oleh persoalan yang dirumuskan secara baik. Menyatakan masalah artinya memulai dengan mengoperasionalisasikan pertanyaan dengan apa, bagaimana dan mengapa. Merumuskan hipotesis, merupakan langkah penting dalam membuat jawaban atau dugaan sementara. Dari sekian banyak hipotesis yang dapat diajukan tugas yang paling penting adalah memilih satu hipotesis yang
terbaik yang dapat dilakukan eksperimen.

Lewat hipotesis inilah eksperimen dirintis dan dilaksanakan. Mendesain dan melaksanakan eksperimen adalah upaya untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan. Dalam upaya mengumpulkan bukti tersebut peneliti, perlu memperhatikan instrumen, alat pengumpul data. Dalam hubungan ini pengaturan alat dan bahan eksperimen, diskusi dengan teman dan guru, mencaatat data yang terkumpul merupakan kegiatan yang dianjurkan agar eksperimen dapat berlangsung dengan lancar. Apabila pengamatan yang dilakukan tidak benar, maka pembuktian hipotesis menjadi keliru dan apa akhirnya eksperimen juga akan keliru. Perlu diungkapkan disini pada umumnya dalam IPA data yang terkumpul merupakan data kuantitatif atau dinyatakan dengan angka. Oleh sebab itu diperlukan pengulangan-pengulangan eksperimen dengan memperhatikan kondisi tempat dimana dilakukan eksperimen. Dengan pengulangan ini akan diperoleh data yang terbaik sehingga kesimpulan dapat dirumuskan. Membuat kesimpulan artnya menguji dan meringkas data untuk dihasilkan suatu teori, hukum, terapan maupun menghasuilkan masalah baru yang
perlu ditindak lanjuti

6 comments on “Metode ilmiah

  1. icha July 26, 2010 8:45 am

    syarat2 metoda ilmiah gag ad ya???

  2. aaa September 7, 2011 1:26 pm

    contohnya apa gan? kasi contoh juga dund biar lebi jlas

  3. Akbar March 14, 2012 3:04 pm

    ada syarat2 metode ilmiah ga…..?

  4. Nada Fakhrezi August 31, 2012 4:49 am

    . ,ada contoh artikel metode ilmiah.a jugha ghakk….????

  5. BaGOL September 2, 2012 2:08 pm

    ndi contoeh kkiiiee jhand….msa r ana….

  6. Afdhol September 25, 2012 9:08 pm

    Hallo anak nongkrong blog,Numpang keanaln lagi ma rumah baru nih mel, yg lama dah ilang dari peradaban dunia maya. Tlg di link lagi yak , jzk.SUKSES SELALU! :)-adr-

Leave a Reply

Your email address will not be published.


7 × eight =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>