Sejarah Batik

Sejarah Batik – Kapan batik dalam wujud busana atau sinjang, sarung, dan “kain lebar penutup badan bagian bawah” dipakai oleh bangsa Indonesia? Ternyata tahun 1519 para pedagang bangsa Portugal telah menjadikan dagangan mereka. Saat itu sinjang batik sudah dijual ke berbagai pelosok nusantara, baik ke barat sampai Aceh, atau ke timur sampai ke Ambon. Batik tersebut dibeli dari Jawa Tengah (Surakarta/Ngayogyakarta) dijual lagi ke nusantara atau ke manca negara (Soedarsono dkk/Aspek Ritual dan Kreativitas Dalam Perkembangan Seni di Jawa).

Tahun 1603 para pedagang Belanda kemudian mengikuti jejak para pedagang Portugal, menyebarluaskan dagangan batik Jawa Tengah ke berbagai daerah di dalam maupun di luar nusantara. Oleh sebab itu pada abad 17 dan abad 18, busana batik (sinjang=kain panjang) made in Jawa Tengah telah banyak tersebar di daerah Aceh maupun kepulauan Maluku (Batik Malayasia? Oh … belum ada! Wong negara Malaysia saja baru ada tahun 1960-an!) Ya, pada abad itu, sudah banyak orang Aceh dan Maluku pakai sinjang atau jarik batik. Maka dari itu para peneliti agak bingung ketika menelusuri dari mana sebenarnya asal-usul batik itu? Itulah pentingnya sejarah dan pentingnya museum sebagai penyimpan benda- benda kuno bukti sejarah. Kalau ada maling membawa kabur benda-benda bersejarah atau memalsukannya benda-benda bersejarah, si maling itu memang wajib dijebloskan ke bui.

Atau si maling disuruh tinggal di museum, untuk bukti, inilah contoh manusia yang tak menghargai sejarah! (Melanggar HAM, ya? He ). Para peneliti lain tidak puas. Setelah mengaduk-aduk buku-buku lama, ternyata amat mungkin, bahwa batik berasal dari daratan China! Lho, dasarnya apa? Soalnya sekitar 2000 tahun sebelum Masehi (!), di China sudah ditemukan cara membuat tekstil dengan teknik tutup celup seperti teknik membuat batik di Jawa. Bedanya, pewarnaannya dominan pada warna biru dan putih. Bukti itu ternyata ada yang meragukan, pasalnya, selain pewarnaannya berbeda, peralatan, ornamen, serta isian (isen) teksil China tidak sama. Jadi bisa dikatakan, batik Jawa dengan batik China tidak persis sama. Bahwa teknik pembuatannya ada yang sama, itu benar. Sementara itu di India juga ditemukan cara membuat tekstil tutup celup. Namun — lagi-lagi — soal ornamen, pewarnaan, dan isen tetap tidak sama dengan batik Jawa. Itu sebabnya, Soedarsono dkk, tetap berkesimpulan, bahwa batik Jawa tidak sama dengan batik China maupun batik India. Saat ini pun, dapat kita saksikan, pola, ornamen, dan pewarnaan tekstil buatan China, India, dan Indonesia, masing-masing memiliki ciri-ciri yang khas. Di sana terlihat, ekspresi dan selera para senimannya berbeda. Itulah yang disebut wujud atau hasil karya budaya, sejarah batik memang terkadang membingungkan

One comment on “Sejarah Batik

  1. WIWI March 4, 2010 8:45 am

    ini sejarahnya batik yaa.,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


× four = 16

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>