Pengalaman pertama berhubungan

Pengalaman pertama berhubungan – Untuk pertama kali, sebuah penelitian besar mengungkapkan alasan perempuan berhubungan seks. Alasan itu mulai dari tugas istri, menghilangkan rasa pusing, sampai sekedar ingin mendapatkan pengalaman.

Dua psikolog dari Universitas Texas di Austin, Cindy Meston dan David Buss, melakukan penelitian terhadap 1.006 perempuan antara Juni 2006-April 2009.

Hasil penelitian ini dibukukan dengan judul “Why Women Have Sex” yang mulai beredar pekan lalu.

Dalam penelitian itu mereka mengkhususkan diri pada soal seksualitas perempuan. “Sehingga kompleksitas psikologi seksual perempuan tidak dianggap sepele,” kata Buss.

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa alasan perempuan melakukan hubungan seks itu sangat kompleks. Sebanyak 84 persen perempuan, misalnya, kadang melakukan hubungan seks karena itu kewajiban terhadap pasangan.

Jadi, saat enggan pun mereka akan melakukan hubungan badan. Angka ini lebih tinggi dibanding pria yang hanya 17 persen.

Perempuan juga kadang ingin membuat pasangan cemburu dengan berhubungan seks orang lain. Sebanyak 31 persen perempuan melakukan ini, sedang pria hanya 17 persen.

Jika melakukan hubungan seks tanpa perasaan apapun atau tanpa ikatan pernikahan, sebanyak 63 persen perempuan akan melakukannya dengan teman. Hanya 37 persen yang melakukannya dengan orang yang baru saja dikenal.

Meston mengatakan banyak dari responden yang menyatakan mereka berhubungan seks karena ingin mendapatkan pengalaman. “Mereka ingin petualangan, mereka ingin tahu bagaimana rasanya bersama para pria dari etnis berbeda,” katanya.

Perempuan lainnya memberi alasan lebih ekstrim. “Mereka cuma ingin agar tidak lagi perawan,” kata Meston.

Beberapa perempuan juga berhubungan seks karena alasan uang. Ini tidak dalam arti konvensional, seperti pelacur. Tapi bisa, misalnya, agar karir mulus.

Perempuan juga kadang berhubungan seks karena bisa menghilangkan rasa sakit haid dan pusing. Selain itu seks membuat santai dan tidur lebih nyenyak.

Survei ini dijalankan terhadap 1.006 perempuan dari negara-negara yang permisif terhadap hubungan seks di luar nikah yakni Amerika Serikat, Kanada, tiga negara Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Israel. Satu negara timur, Cina, juga disertakan.

Partisipan dari berbagai etnis, agama (termasuk nonreligius), dan tingkat sosial ekonomi. Sekitar 80 persen responden sedang menjalin hubungan dengan orang lain dan 93 persen heteroseksual.

Ini adalah penelitian pertama yang menjelaskan alasan perempuan menjalin hubungan seks. Sebelumnya, penelitian lain tidak membahas “mengapa” tapi soal “bagaimana” atau “apa”.

Alfred Kinsey, dari Universitas Indiana yang merintis ilmu tentang hubungan seks misalnya, melakukan riset terhadap hampir 8.000 orang tentang pengalaman mereka berhubungan badan pada 1950-an. Masters and Johnson, lembaga dari Universitas Washington di St. Louis, meneliti soal orgasme mulai pada 1960-an.

Selain alasan perempuan melakukan hubungan seks, penelitian Meston dan Buss juga menemukan hasil berbeda-beda hubungan seks ini terhadap perempuan.

“Beberapa pengalaman seks terhadap perempuan di studi kami menyatakan bahwa itu mengakibatkan efek negatif terhadap perasaan atau harga diri,” kata Buss. “Tapi bagi yang lain, pengalaman seksual itu memberi eforia yang membuat mereka lebih hidup dan bersemangat.”

Download aplikasi alquran terjemah indonesia GRATIS! DOWNLOAD

2 comments on “Pengalaman pertama berhubungan

  1. Sandr September 26, 2012 7:33 am

    Ik denk dat seksuele vohnlicotirg ook bij de ouders moet komen te liggen. Het is niet in ieder gezin gebruikelijk om over seks te praten. Toch denk ik dat dit heel belangrijk is. Daarnaast moet de overheid ook informatie geven.En daarnaast vind ik bovenstaande stellingen een beetje overdreven. Alsof de overheid kinderen motiveert om maar met iedereen het bed in te duiken.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


two × = 12

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>