Jumat, 26 Februari 2010

hidrologi tanah

hidrologi tanah Suatu tanah mempunyai potensi aliran permukaan atau run-off pada kondisi penggunaan/penutup tanah dan pada keadaan curah hujan tertentu. Karakter- karakter yang mempengaruhi nilai infiltrasi minimum pada tanah yang terbuka, setelah dibasahi selama waktu tertentu dan tidak membeku, antara lain: kedalaman tanah sampai pada muka air tanah tertinggi, nilai peresapan dan permeabilitasnya setelah dibasahi beberapa waktu, serta kedalaman sampai pada lapisan kedap air. Pengaruh dari penutup tanah diperlakukan tersendiri, tidak termasuk pada grup hidrologi tanah.

   Grup “hidrologi tanah” terdiri atas empat kelas, yaitu kelas A, B, C, dan D. Kriteria dari masing-masing kelas (Soil Survey Manual, 1993) adalah sebagai berikut:

  • Kelas A: (Potensi run-off rendah). Tanah mempunyai nilai infiltrasi yang tinggi walaupun tanahnya dibasahi secara merata, drainase baik sampai cepat, seperti pada tanah pasir dan kerikil. Tanah ini mempunyai nilai pemindahan air yang tergolong tinggi.
  • Kelas B: Tanah mempunyai nilai infiltrasi sedang apabila dibasahi secara merata, dan umumnya mempunyai kedalaman tanah yang tergolong agak dalam sampai dalam, drainase sedang sampai baik dengan tekstur agak halus sampai agak kasar. Tanah ini mempunyai nilai pemindahan air yang tergolong sedang.
  • Kelas C: Tanah mempunyai nilai infiltrasi yang lambat apabila tanah dibasahi secara merata, dan terdiri atas tanah dengan lapisan yang kedap air (menghalangi gerakan air ke bawah), atau tanah dengan tekstur agak halus sampai halus. Tanah ini mempunyai nilai pemindahan air yang tergolong lama.
  • Kelas D: (Potensi run-off tinggi). Tanah mempunyai nilai infiltrasi sangat lambat apabila tanah dibasahi secara merata, dan terutama terdiri atas tanah bertekstur liat dengan sifat potensi mengembang tinggi, muka air tanah tinggi secara tetap/permanen, mempunyai padas liat atau lapisan liat yang dekat dengan permukaan tanah, dan tanah dangkal yang berbatasan langsung dengan bahan yang hampir tidak dapat melalukan air. Tanah ini mempunyai nilai pemindahan air yang tergolong sangat lambat.

   Selain kelas-kelas tersebut, masih terdapat grup hidrologi tanah dual (campuran), seperti A/D, B/D dan C/D. Kelas dual/campuran ini diberikan untuk tanah- tanah basah yang drainasenya masih dapat dilakukan perbaikan. Huruf besar pertama berarti tanah yang dapat dilakukan perbaikan drainasenya, sedangkan huruf besar kedua adalah tanah yang tidak dapat diperbaiki drainasenya. Hanya tanah yang pada kondisi alamnya dinilai kelas D yang dapat masuk pada kelompok kelas dual, dan tanahnya memungkinkan untuk diperbaiki drainasenya. Informasi grup hidrologi ini dipergunakan sebagai cara untuk memprediksi run-off setelah terjadi hujan. Prediksi ini bermanfaat untuk memecahkan permasalahan hidrologi yang timbul pada perencanaan pengelolaan dan pengamanan DAS, dalam hal ini proyek pencegahan banjir, serta untuk perencanaan atau membuat design structure pemanfaatan air, peng-amanan, dan pembuangan. Hubungan antara tanah dengan grup hidrologi didasarkan pada sifat-sifat tanah. Taksonomi tanah telah digunakan sebagai patokan untuk menetapkan grup hidrologi tanah tersebut. Kebasahan tanah,permeabilitas, dan kedalaman tanah sampai pada lapisan kedap air, merupakan karakter tanah yang akan menjadi penentu dalam taksonomi tanah.