Rabu, 09 Juni 2010

hakikat belajar dan pembelajaran

 BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Hakikat belajar dan pembelajaran merupakan hal yang sangat penting untuk kita pelajari sebagai calon pendidik.  Banyak para pendidik yang tidak mengetahui atau pun memahami hakikat belajar dan pembelajaran ini, sehingga banyak pendidik yang menerapkan system pembelajaran tanpa mengetahui hakikat belajar dan pembelajaran tersebut.

Agar dapat berkembangnya proses ataupun system pembelajaran untuk menciptakan peserta didik yang berkualitas, maka diperlukan adanya pemahaman tentang hakikat belajar dan pembelajaran. Dan sebagai pendidik kita juga harus mengetahui jenis-jenis belajar yang akan kita gunakan untuk proses pembelajaran.

B.     RUMUSAN MASALAH

Adapun perumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.      Apakah hakikat dan pengertian dari belajar dan pembelajaran?
2.      Apa saja ciri-ciri belajar dan pembelajaran?
3.      Apa saja unsur-unsur belajar dan pembelajaran?
4.      Apakah hasil dari belajar dan pembelajaran itu?

C.     TUJUAN

Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Dapat mengetahui dan menjelaskan hakikat dan pengertian belajar dan pembelajaran itu
2.      Dapat mengetahui dan  menjelaskan ciri-ciri belajar dan pembelajaran.
3.      Dapat mengetahui dan menjelaskan unsur-unsur belajar.
4.      Dapat mengetahui hasil dari belajar dan Pembelajaran.

BAB II

ISI

               Sebelum kita mempelajari hakikat belajar dan pembelajaran, terlebih dahulu kita mengetahui Pengertian belajar dan Pembelajaran.

A. PENGERTIAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

1.Pengertian Belajar

Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata  belajar diartikan sebagai usaha untuk  memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. belajar tidak hanya merupakan suatu aktifitas yang dilakukan saat berada di sekolah, di universitas atau ditempat-tempat formal lain yang memberikan suatu pembelajaran, karena sebuah ilmu dapat kita temukan dimana saja, dengan belajar dapat merubah karakter seseorang baik itu berubah menjadi negative ataupun positif, sesuai dengan Pembelajaran yang mereka dapat. Seperti yang dikatakan oleh seorang ahli, Winkel mengatakan belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Jadi pada intinya kita sebagai makhluk  yang diciptakan oleh TUHAN Yang Maha ESA dengan sebuah akal, sehingga manusia mempunyai sebuah perasaan ingin tahu, dan dengan perasaan ingin tahu maka manusia melakukan berbagai hal untuk mendapatkan sebuah jawaban, dan upaya untuk mengenali dan ingin tahu, ini merupakan hakikat belajar, belajar  merupakan panggilan hidup kita, bukan karena disuruh orang tua/guru/dosen atau siapa-pun, tetapi merupakan konsekwensi logik dari kehidupan yang akan terus berlangsung sepanjang hidup manusia. Tanpa belajar, kita tidak dapat melakukan ’proses menjadi’ diri kita, sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia

Beberapa ahli mendefenisikan tentang Pengertian belajar :
a.       James O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.

b.      Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

c.       Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.

d.      Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.

e.       Djamarah, Syaiful Bahri, (Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.

f.       R. Gagne (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) hal 22. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku
g.      Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln

h.      Robert M. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi.

i.        Lester D. Crow and Alice Crow (WWW. Google.com) Belajar adalah acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap.
j.        Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Google.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman.

k.      Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.

l.        Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.

m.    Crow & Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru”.

n.      Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”

o.      Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.

2.Pengertian pembelajaran
Menurut istilah “Pembelajaran” sama dengan “Intruction” atau “Pengajaran”. Pengajaran mempunyai arti cara ( Pembuatan ) mengajar atau mengajarkan. Pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.

Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli :

a.       Duffy dan Roehler (1989). Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.

Gagne dan Briggs (1979:3). Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.
 
Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Dari pengertian belajar dan pembelajaran di atas yaitu belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya dan Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.Jadi dapat diketahui bahwa belajar adalah panggilan hidup dan memerlukan instrumen-instrumen dalam proses belajar dan Pembelajaran.

Secara hakiki, sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa kehadiran kita di dunia ini atas kehendak Sang Pencipta, dibekali sejumlah potensi (lengkap) untuk menjadi seseorang yang dimaksudkan olehNya. Artinya,bila kita meminjam istilah teknik, cetak biru – ’blue print’ diri kita, ada pada Sang Pencipta; dan segala potensi serta perlengkapan yang diperlukan untuk menjadi ’yang tercetak di blue print tersebut’ telah dibekalkan dalam diri kita; sehingga kita dapat membangun diri ke arah tersebut. Tentu saja, kita perlu mengenali-mencari tahu apa yang dibekalkan kepada kita masing-masing; seperti apakah blue-print nya; perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk membangun-nya? Hal-hal apa yang masih perlu ditambahkan, dari mana bisa diperoleh, bagaimana mendapatkannya?Mengapa disain-nya demikian, untuk keperluan apa, untuk kepentingan siapa, dst. Upaya ’mengenali dan mencari tahu’ ini menjadi amat penting, sebab merupakan prasarat untuk upaya ’menjadi’ orang yang sesuai dengan yang dimaksudkan Sang Pencipta. Upaya mengenali dan mencari tahu’ ini merupakan dasar hakikinya belajar dan Pembelajaran , upaya itu berlangsung terus menerus sepanjang hidup .

Dengan demikian, belajar adalah panggilan hidup, bukan karena disuruh orang tua/guru/dosen atau siapa-pun, tetapi merupakan konsekuensi logik dari kehidupan. Tanpa belajar, kita tidak dapat melakukan ’proses menjadi’ diri kita, apalagi diri kita sesuai fitrah, sesuai kehendak-Nya, yang saya yakin baik adanya.

B. CIRI-CIRI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

1.      Ciri-Ciri Belajar

Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut :
  • Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif).
  • Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan.
  • Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
  • Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.

2.      Ciri-Ciri Pembelajaran

Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut :

1. merupakan upaya sadar dan disengaja
2. pembelajaran harus membuat siswa belajar
3. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan
4. pelaksanaannya terkendali, baik isinya, waktu, proses maupun hasilnya

C.UNSUR-UNSUR BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

1. Unsur-Unsur Belajar

Unsur dinamis dalam belajar adalah unsur – unsur yang dapat berubah dalam
proses belajar. Unsur – unsur itu mungkin ada atau tidak dan mungkin melemah
atau menguat.

Adapun beberapa unsur itu adalah sebagai berikut :
a.       Motivasi dan upaya memotivasi siswa
b.      Bahan belajar dan upaya penyediaannya
c.       Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya
d.      Suasana belajar dan upaya pengembangannya
e.       Kondisi subyek yang belajar dan upaya penyiapan serta peneguhannya

2.Unsur-Unsur Pembelajaran

Unsur Dinamis Pembelajaran Kongruen dengan Unsur Dinamis dalam Proses belajar siswa. Unsur dinamis yang ada pada guru utamanya adalah motivasi menjadi pendorong untuk mau dan berusaha membelajarkan siswa, yaitu untuk dapatnya siswa meraih tujuan pembelajaran. Demikian juga pada siswa, terdapat unsur dinamis, salah satunya adalah motivasi. Motivasi dalam hal ini menjadi pendorong atau penggerak dari dalam diri siswa.

a. Motivasi untuk membelajarkan siswa
Membelajarkan berarti membuat siswa belajar atau mengusahakan siswa belajar.
Motivasi adalah salah satu prasyarat yang sangat penting dalam belajar.
Guru di dalam membelajarkan siswanya hendaknya berperan mendorong,
motivator, agar motif – motif yang positif dibangkitkan dan ditingkatkan dalam
diri siswa
.
b. Kondisi guru agar dapat siap membelajarkan siswa
Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik maka seorang guru harus mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dewasa ini. Menurut W. Robert Houston dalam buku Kompetensi Mengajar dan Guru ( 1979,hal.3 ) disebutkan bahwa “Competence” ordinarily is defined as “adequacy” for a task or as “possession of require knowledge, skill, dan abilities”.

D.    HASIL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003), perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk :
  • Informasi verbal, yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara tertulis maupun tulisan, misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dan sebagainya.
  • Kecakapan intelektual, yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol, misalnya: penggunaan simbol matematika. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination), memahami konsep konkrit, konsep abstrak, aturan dan hukum. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah.
  • Strategi kognitif, yaitu kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran, sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran.
  • Sikap, yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa, didalamnya terdapat unsur pemikiran, perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak.
  • Kecakapan motorik, yaitu hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik.

Sementara itu, Moh. Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam :
  • Kebiasaan, seperti : peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru, sehingga akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar.
  • Keterampilan, seperti : menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik, keterampilan-keterampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi.
  • Pengamatan, yakni proses menerima, menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian yang benar.
  • Berfikir asosiatif, yakni berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya ingat.
  • Berfikir rasional dan kritis yakni menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why).
  • Sikap yakni kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan.
  • Inhibisi (menghindari hal yang mubazir).
  • Apresiasi (menghargai karya-karya bermutu.
  • Perilaku afektif yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut, marah, sedih, gembira, kecewa, senang, benci, was-was dan sebagainya.

BAB III

PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Belajar adalah suatu kegiatan yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku, baik potensial maupun aktual. Perubahan tersebut berbentuk kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu lama dan terjadi karena usaha sadar yang dilakukan oleh individu yang sedang belajar. Dengan demikian, belajar adalah panggilan hidup kita, bukan karena disuruh orang tua/guru/dosen atau siapa-pun, tetapi merupakan konsekwensi logik dari kehidupan. Tanpa belajar, kita tidak dapat melakukan ’proses menjadi’ diri kita, apalagi diri kita sesuai fitrah, sesuai kehendak-Nya.

B.      SARAN
Sebagai seorang guru kita wajib mengetahui arti tentang belajar dan Pembelajaran,