Sabtu, 12 Juni 2010

klasifikasi makhluk hidup

 Di dunia terdapat tidak kurang dari 500 juta macam organisme. Organisme tersebut memiliki ciri – ciri yang beraneka ragam. Begitu beragamnya organisme ini sehingga di perlukan suatus sistem untuk mengenal dan mempelajarinya. Beberapa ahli biologi mencoba menciptakan suatu sistem untuk mempermudah mengenal dan mempelajari organisme melalui suatu cara pengkalsifikasian. Pengklasifikasian merupakan proses berdasarkan ciri tertentu.


Organisme yang mempunyai ciri-ciri yang sama di kumpulkan sebagai satu kelompok. Ciri-ciri kelompok telah mewakili sifat-sifat individu. Sebagai contoh, kambing, sapi, dan kerbau merupakan kelompok hewan memamah biak ( ruminansia ).

Dengan meningkatnya peradaban manusia, terutama pengetahuan tentang manfaat makhluk hidup sebagai obat dan bahan pangan, maka keperluan akan nama makhluk hidup semakin besar. Maka mulai diperlukan suatu penggolongan atau klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pemikiran yang rasional. Misalnya penggolongan berdasarkan persamaan ciri, cara hidup, tempat hidup, daerah penyebaran, dan sebagainya.

Dari  dunia makhluk hidup yang beragam-ragam tersebut kita juga dapat melihat dari makhluk berstruktur sederhana hingga makhluk yang berstruktur lebih kompleks. Struktur yang dimaksudkan di sini adalah struktur penyusunnya. Seperti telah kita ketahui bersama, contoh makhluk hidup berstruktur lebih kompleks adalah manusia/hewan dan tumbuhan.

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan jumlah selnya yaitu

a.       Multiseluler

b.      Uniseluler

Multi seluler adalah makhluk hidup yang memiliki jumlah sel lebih dari satu atau bersel banyak. Sedangkan uniseluler adalah makhluk hidup yang memiliki sel tunggal.

Pada makhluk hidup juga dapat dilihat dari arsitektur basal dari selnya terbagi pula ke dalam beberapa kelompok yaitu

a.       organisme prokariota dan

b.      organisme eukariota.

Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.

Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.

Dalam makalah ini membahas mengenai sel mikroba. Sel mikroba adalah adalah sel yang terdapat pada tubuh makhluk hidup mikroorganisme. Salah satu makhluk mikroorganisme adalah bakteri.

I.                                           Bakteri

Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis). Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan.

Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup yang lain.

A.      Ciri-ciri BakteriBakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :

1.      Organisme multiselluler

2.      Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )

3.      Umumnya tidak memiliki klorofil

4.      Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.

5.      Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam

6.      Hidup bebas atau parasit

7.      Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan

8.      Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan

B.       Struktur Bakteri

Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:

a.       Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)
Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.

b.      Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)
Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.

C.       Struktur Dasar Sel Bakteri

Struktur dasar bakteri :

a.       Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).

b.      Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein.

c.       Sitoplasma adalah cairan sel.

d.      Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA yang berfungsi sebagai sintesa protein.

e.       Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan.